Jerman Digital Stations via Okezone | SIAPA bilang anak Betawi nggak berbudaye? Malah, banyak budaya khas Betawi yang kini sudah sangat populer. Sebut saja ondel-ondel dan lenong.

Tidak sebatas seni pertunjukan, seni dalam mencipta karya pun anak Betawi mampu. Makanya, muncul yang namanya batik Betawi.

Kita tahu bersama bahwa setiap motif batik memiliki maknanya masing-masing. Penciptaan motif sebuah batik juga biasanya dipengaruhi oleh kultur budaya setempat. Makanya, jangan heran kalau batik Betawi itu biasanya menggunakan simbol-simbol yang sudah sangat identik dengan Jakarta.

Lebih lengkapnya lagi, dalam sebuah buku berjudul “Batik Betawi: Dalam Perspektif Budaya Kreatif” karya Suwati Kartiwa, dijelaskan bahwa kemungkinan besar asal usul batik Betawi berasal dari asimilasi masyarakat Jawa dari daerah pesisir penghasil batik dengan masyarakat Betawi yang menyatu. Mereka berkumpul dan tinggal dalam waktu yang lama pada satu lingkungan kota Batavia. Setelah itu, mereka menyebarkan budaya dalam bentuk batik.

Nah, untuk lebih menyingkatnya lagi, menurut beberapa sumber, ternyata ada 4 motif otentik dari batik Betawi. Keempat motif tersebut pun cukup memperlihatkan bagaimana budaya dan masyarakat Betawi kala itu

1. Motif Salakanagara

Motif batik yang satu ini ternyata mengangkat tema kerajaan di tanah Batavia pertama kali sekitar tahun 130 Masehi. Pengambilan nama sendiri merujuk pada kepercayaan warga saat itu yangmenganggap Gunung Salak memiliki sebuah kekuatan yang besar.

Motif Salangkara

2. Motif Loreng Ondel-Ondel

Budaya Betawi yang sudah melekat lama adalah ondel-ondel. Badut dengan tampilan khas ini pasti dijadikan ikon Jakarta. Nah, oleh karena itu, sebagai bentuk akuisisi budaya, ondel-ondel pun dimasukkan ke dalam motif batik dan terciptakan motif Loreng Ondel-ondel. Sedikit informasi, banyak warga Betawi yang memercayai bahwa penciptaan ondel-ondel pada awalnya adalah untuk penolak bala atau mengusir sesuatu yang buruk.

Motif Ondel-Ondel

3. Motif Nusa Kelapa

Pemandangan alam sepertinya menjadi salah satu keindahan dari motif Betawi. Itu juga yang terlihat di motif Nusa Kelapa. Usut punya usut, motif ini memiliki ide desain dari Peta Ceila yang dibuat pada 1482-1521 saat pemerintahan Prabu Siliwangi.

Dari peta tersebut, diketahui bahwa Jakarta tempo dulu bernama Nusa Kelapa. Lalu, nama tersebut berubah menjadi Sunda Kelapa, diubah menjadi Jayakarta, diubah menjadi Batavia, dan akhirnya tercipta Jakarta. Nah, motif alam tersebut lah yang kemudian menggambarkan betapa Jakarta masa itu masih penuh dengan alam yang indah pun gunung dan sawah yang terhampar luas. Keren, ya!

Motif Nusa Kelapa

4. Motif Rasamala

Motif ini ternyata penggambaran Belanda saat nasuk ke wilayah Sunda Kelapa. Pada saat itu, daerah Sunda Kelapa masih berupa hutan belantara yang dipenuhi dengan pohon jenis Rasamala. Banyak orang Betawi kala itu yang menganggap pohon tersebut keramat karena baunya yang khas dan batangnya bisa dijadikan setanggi atau kemenyan berbau wangi. Karena itu, muncullah motif Rasamala.

Motif

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.